Home / Info Umum /

Apa itu Surge Pricing di UBER?

surgepriceing

Apa itu Surge Pricing di UBER?

by admin
Comments are off for this post.

Pada saat ketersediaan armada di suatu daerah tertentu pada waktu tertentu menjadi tidak sebanding dengan banyaknya permintaan / request dari rider, maka untuk memberikan insentif bagi driver agar menuju ke daerah tersebut Uber memberlakukan kenaikan harga yang dihitung dengan kali lipat.

Misalnya di daerah SCBD pada jam pulang kantor sudah hampir pasti terjadi surge pricing, kadang hanya 1.7 kali lipat namun tidak jarang mencapai lebih dari 3 kali lipat. Dengan adanya surge pricing, maka tarif normal yang biasa berlaku dikalikan dengan faktor pengali tersebut. Jadi misalnya trip yang dengan tarif normalnya Rp50.000 pada saat surge pricing 3x menjadi Rp150.000

Surge Pricing ini memang terkadang bisa menjadi 6x atau lebih sehingga membuat pelanggan menjadi kesal  karena terpaksa membayar jauh lebih mahal. Kebijakan ini juga mendapat kritikan keras karena seperti memanfaatkan keaadan darurat misalnya pada saat aksi teror di Sydney.

Namun demikian kebijakan ini memang merupakan mekanisme permintaan dan penawaran yang sebenarnya. Justru dengan adanya mekanisme surge pricing ini maka perhitungan biaya menjadi transparan. Toh tidak ada yang memaksa penumpang untuk memesan pada saat surge pricing berlaku. Uber pun memberikan info yang jelas apabila surge pricing sedang berlaku dan bahkan meminta konfirmasi “apakah anda menerima surge pricing atau mau menunggu sampai tarif turun/normal?” sebelum penumpang memesan.

Surge Pricing memang sepertinya menjadi cara cepat untuk mendapatkan sewa dengan tarif tinggi. Namun pastinya penumpang jadi agak kesal karena harus membayar lebih. Kebijakan yang sepertinya sederhana ini ternyata memberikan dampak yang tidak sederhana bagi driver.

Share this article

Comments are closed.